Pernakah kita berpikir akan deti-detik waktu ke depan dari saat sekarang? Jawabannya mungkin iya, belum, dan mungkin juga tidak. Kemampuan untuk menjawab biasanya 'ada'. Akan tetapi waktu atau istilah kerennya 'timing'yang belum menghampiri.
Dalam Surah Al-Ashr pentingnya 'waktu' benar-benar ditegaskan. Kitab suci sudah menandaskan akan pentingnya memikirkan, menggunakan, dan menghargai 'waktu." Yang lalai berarti rugi. Kita manusia saja menggaungkan "Time is money." Waktu adalah uang. Ini konsep barat. Lalu bagaimana dengan kita sendiri sebagai seorang Muslim? Jawabannya ada dalam hati masing - masing.
"Amal apa amal apa yang disukai Tuhan? Sembahyanglah sembahyanglah tepat pada waktunya" Penggalan lagu di atas menunjukan betapa Allah sangat menyukai mereka yang disiplin waktu. Masya Allah.
Dalam usia yang sudah setengah abad, penulis sangat merasakan perbedan putaran waktu dulu dan sekarang. Beberapa puluh tahun yang lalu, dikala penulis masih duduk di bangku sekolah menengah, waktu masih terasa berjalan lambat. Semakin hari semakin tidak terasa putaran waktu. Entahlah, apakah kesibukan yang terlalu banyak atau memangroda waktu yang speednya makin kencang. Wallahu alam bi sawab.
Masa kecil terasa baru saja beberapa masa yang lalu terlewati. Kini masa tua tanpa terasa sebenarnya sudah dalam genggaman. Dahulu menjadi anak, kini mempunyai anak bahkan cucu. Penulis tidak pernah membayangkan akan sampai juga pada posisi ini sebagai orang tua.
Pantaslah para cerdik pandai sering berkata bahwa hidup ini hanya sekejap.Semua akan sirna pada saatnta. Tidak ada yang kekal. "Yang kekal hanyalah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (Surah Ar-Rahman;ayat )
Satu demi satu yang tua yang muda dipanggil menghadap sang Pencipta. Dia yang memiliki segalanya. Bila dipanggil tidak ada penolakan. Bila azan memanggil mungkin masih bisa menolak. Akan tetapi bila ajal menjemput tidak bisa dimajukan atau dimundrkan bila itu sudah kehendakNYA.
Hidup ibarat shelter, persinggahan sejenak dalam sebuah perjalanan. Perjalanan indah dan bermakna. Tidak akan pernah terulang perjalanan itu jika telah sampai pada terminal terakhir. STOP! Kehidupan abadi menanti. Alam kubur tempat transit menunggu sidang, pengadilan besar bagi masing-masing peserta perjalanan "Petualangan Dunia."
Komentar
Posting Komentar