Usai sholat Magrib meresap sebuah Ilham akan pemahaman hakikat 'iqra'. Bacalah! Bermakna dalam. Halus mengalun dalam Sukma. Jiwa yang diizinkan untuk menerimanya secara mendalam.
Membaca bukan sekedar membaca. Melek aksara melek angka. Membaca tanda-tanda kehidupan. Membaca gema petunjuk. Di ujung sebuah kejadian ada aksara bermakna yang harus dibaca.
Bukankah karunia hati dan pikiran sudah disiapkan sejak dini. Diikuti petunjuk dalam kitab suci. Dikuatkan titah Baginda Rasulullah dalam haditsnya.. Semua lengkap. Tidak cukup? Resiko dari sebuah kejadian atau perbuatan akan selalu hadir di pelupuk mata. Maka, iqra bismirabbika ladzi khalak. Bacalah dengan nama Tuhanmu.
Bila hamba selalu iqra, mungkin kah celaan, cemohan terlontar? Akankah ketidakpedulian berlangsung? Akankah sindiran digaungkan? Sepertinya semua itu tidak akan pernah ada.
Manusia tempat nya salah. Manusia tidak ada yang sempurna. Ketidaksempurnaan akan melahirkan sebuah kesalahan. Haruskah kesalahan itu divonis sebagai dosa oleh manusia,? Haruskah kesalahan itu menjadi harga mati tanpa Jeddah,?
Manusia adalah makhluk lemah. Hari ini masih terlihat sebagai orang baik karena izinNYA. Besok lusa semoga Rahmat itu selalu dilimpahkan. Kata yang terucap hendaknya selalu peduli dan menyayangi sesama. Tugas saling mengingatkan dalam kebaikan menjadi tugas mulia dan harus.
Manusia adalah satu. Satu sama dan terhubung. Bahagiamu adalah bahagianya. Dukanya adalah dukamu. Saling mengasihi dalam kesabaran adalah hakekat utama manusia yang selalu iqra.
Moga renungan ini bisa jadi pengingat diri yang tidak pernah luput dari khilaf dan salah. Bila ada kekurangan dan kesalahan sesungguhnya itu adalah milikku. Kesempurnaan hanyalah milik Allah, Tuhan semesta alam.
Wasallam.
Kota Palu awal Pebruari 2021.
Komentar
Posting Komentar